Kenapa Labil Dalam Mempertahankan Keputusan ?

Selamat datang di blog gado gado danuadji.com yang isinya sesuka saya. Kali ini saya akan membahas kenapa kita labil dalam mengambil keputusan, sebelum lanjut mohon baca pembukaan ini terlebih dahulu. Saya menulis artikel ini sesuai dengan apa yang saya pelajari dalam hidup saya. untuk itu mungkin teman teman bisa berhati hati karena ini bukan tulisan dari para ilmuan yang telah belajar di bidang ini, jadi baca nya selow aja. yang baik di ambil yang jelek silahkan di buang.

Kenapa labil dalam mempertahankan keputusan

gambar google

Kenapa labil dalam mempertahankan keputusan ?

Dari pengalaman pengalaman yang saya pelajari, sampai hari ini mengenai naik turunya semangat seseorang itu ada beberapa faktor di antaranya adalah mood, kurangnya motivasi, kurangnya dorongan keluarga, dan kurang aktif untuk berfikir, dan dari faktor di atas di sebabkan karena kurangnya olahraga dan mengkonsumsi makanan yang bergizi serta salahnya jadwal tidur.

Oke kembali ke poin utama, ulasan di atas mewakili awal dari poin ini, karena pada dasarnya sebuah keputusan akan bisa bertahan jika seseorang tersebut kuat memertahankan dengan semangat yang kuat.

1. Sakit Pikiran

Menurut saya sakit pikiran itu adalah mereka yang tidak bisa mengontrol pola pikir yang baik, alias parno terhadap apa saja yang di lihatnya

2.Tekanan Batin

Tekanan batin disini bisa berupa fisik maupun mental

3. Banyak Dosa

Dosa bisa memicu kita untuk melakukan kesalahan, karena jalan lurus terhalang oleh dosa tersebut

4. Sering Berbohong

Di poin ini yang sangat mematikan keputusan adalah, bohong terhadap diri sendiri

5. Kurangnya Pendorang Yang Stabil

Kenapa saya katakan stabil, karena kalo kuat saja tidak cukup, kuat sekali 2 kali habis itu tidak, sama saja bohong

6. Tidak Yakin

Karna tidak yakin akhirnya memutuskan untuk mengalihakn pilihan 1 ke pilihan yang baru di buatnya.

Solusi terbaik menurut saya adalah merubah pola pikir dan tingkatkan dalam berdoa sesuai keinginan utama. Dan yakin lah bahwa anda akan bisa bertahan dalam keputusan yang anda ambil selama itu keputusan yang baik. Yakinkan diri anda, orang terdekat anda, orang yang menyayangi anda, keluarga anda, dan lingkungan anda.

Saya sendiri masih orang yang tergolong labil dalam mempertahankan keputusan, dan bersyukurlah anda yang sudah menemukan hidup lebih baik dan mempunyai pandangan masa depan yang jelas, karena masih banyak dari saya dan mereka yang masih memerlukan ketenangan dalam menjalani sebuah keputusan utama. ini yang sering terjadi di usia 15 sampai 23 tahun. Mudah mudahan setelah umur tersebut atau secepatnya, saya dan anda yang masih labil bisa keluar dari zona tersebut.

loading...